Melotot & Menangis

Tadi malam saya pergi bermain biliar di Batavia Sport di jalan Panjang Green Garden. Ini memang tempat favorit kami bermain biliar. Di beberapa sudut ruang ditempatkan televisi yang ukurannya cukup besar, mungkin 20″ atau 21″. Kami sendiri malah tidak menikmati televisi tersebut, yang menikmati malah si Mbak penjaga meja. Anda bisa menebak apa yang ditonton oleh si Mbak? Tepat kalau Anda menjawab SINETRON.

Kami bermain dari sekitar pukul 7 malam sampai pukul 10. Dan sepanjang itu pula si Mbak menikmati beberapa tayangan sinetron yang ada di salah satu stasiun televisi swasta, RCTI kalau tidak salah. Karena saya datang ke situ bukan untuk nonton televisi, saya memilih untuk bermain saja memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Poin cerita saya kali ini adalah mau mengomentari tayangan sinetron yang semalaman menghiasi layar televisi di tempat biliar tadi.

Lucunya tiap kali saya melirik ke televisi (oh ya televisinya digantung di dinding, dengan posisi lebih tinggi dari kepala kami), yang saya lihat hanya 2 macam adegan : menangis & melotot. Boleh percaya boleh tidak sepanjang malam tadi (selama kami main) ada setidaknya 3 judul sinetron yang disaksikan si Mbak penjaga meja. Masuk akal juga sebab rata-rata tayangan sinetron berdurasi 1 jam, kami bermain selama lebih kurang 3 jam maka wajar ada 3 judul sinetron yang ditampilkan. Benar-benar heran saya, kok tiap kali saya melirik ke televisi yang ada adalah adegan si tokoh menangis. Adegan menangis ini cukup mendominasi diikuti dengan mata melotot yang dipertontonkan si tokoh. Entah apa isi ceritanya kok banyak menangisnya.

Kalau Anda pecinta sinetron pasti hafal dan tahu persis kalau banyak adegan menangis dan melotot di dalam sinetron. Nah bagi Anda yang belum tahu, coba saja kapan-kapan kalau Anda punya waktu luang dan tidak punya kerjaan lain yang bermanfaat :-p coba Anda duduk manis di depan televisi sekitar pukul 7 sampai 10 malam. Jangan buka Metro TV, CNN, atau Discovery Channel tapi buka dan tonton saja stasiun televisi lokal semacam SCTV, Indosiar, RCTI, atau TPI. Saya jamin dalam waktu beberapa jam Anda akan tahu dan setuju dengan pendapat saya kalau sinetron dipenuhi dengan adegan menangis dan melotot :)) .

Saya termasuk orang yang tidak suka dengan yang namanya sinetron, adegannya kok menangis dan melotot terus. Apa tidak bisa ya membuat sinetron yang agak berbobot seperti Si Doel Anak Sekolahan misalnya. Atau mungkin memang tayangan begitu yang diminati dan dinanti-nanti pecinta sinetron di Indonesia?

Oh ya mungkin ini juga bisa jadi acuan buat para ABG (ibu-ibu juga boleh) yang berminat jadi artis sinetron : latihan dulu nangis dan biasakan diri Anda melotot…dijamin gampang dapat peran di sinetron =))

11 thoughts on “Melotot & Menangis

  1. Sinetron kita itu memang tidak jauh dari pamer kekayaan, menjual mimpi, penyiksaan, dan yang parahnya ada beberapa yang meniru film asing. Saya setuju dengan anda, sinetron merupakan pembodohan masyarakat. Cobalah lihat siaran televisi yang lebih bermanfaat.

  2. @ Budy Snake : siaran televisi yang lebih bermanfaat salah satunya menurut saya News Dot Com. Eh Empat Matanya Tukul juga saya rasa lebih bermanfaat daripada sinetron :-p

  3. alah.. lagi2 sinyetron 😀
    mending nongtong flora fauna, apalagi buatan national geographic. tapi jam tayangnya jam 2 pagi =))
    kalo sebelum ngantor, sempatken nongtong spongebob. sukur2 sempet avatar juga huehehehehe

  4. sinetron? nggak banget deh.. kecuali Si Doel..

    Entah kenapa, sinetron yg nggak mutu (menurut saya) semakin banyak di Indonesia, lucunya, hampir di setiap stasiun tv (Indosiar, RCTI, TPI, SCTV) menyiarkan sinetron yg begitu2 saja, sepertinya mereka memang punya trend tersendiri.. trend-nya sinetron agama, semua ikutan, trend-nya sinetron abg, semua ikutan, trend-nya sinetron dunia persilatan, semua ikutan, dst, hahahaha

    yg paling asik? Bioskop Trans TV 😀

  5. @ masliliks : wah masliliks masih suka spongebob rupanya :)) emang iya sih kayanya lebih mending nonton spongebob daripada sinetron

    @ wira : ada tren lagi yang lupa Anda sebut = trend jiplak drama remaja Korea/Jepang

  6. hihi iya mas
    kegeraman saya atas sinyetron sudah saya tulis berkali2 hehehe
    tapi yaaa, gitu deh.. kayaknya tidak ada pesinetron atau produser yang baca keluh kesah blogger 😀

Leave a Reply