Bandung (part 4) – Pulang

Komik di bawah ini adalah foto yang saya ambil Sabtu sore di stasiun Bandung dan foto dari dalam kereta api Argo Gede saat melintas di atas Cipularang. Dua foto di bagian bawah adalah foto jalan tol Cipularang. Keduanya seolah saling beradu cepat memberikan jalur Bandung Jakarta.

Dengan menggunakan kereta api sekelas Argo Gede, teorinya (seperti yang tercetak di tiket) jarak Bandung Jakarta ditempuh dalam waktu 2.5 jam…tapi faktanya sulit memperoleh waktu tempuh sependek itu. Seringnya Bandung Jakarta ditempuh dalam waktu 3 jam. Sore ini saja saya pulang dari Bandung dengan Argo Gede jam 14.30, teorinya saya sampai 17.13 tapi faktanya saya baru sampai Gambir pukul 18.05. Tiga setengah jam waktu perjalanan saya sore tadi.

Sama halnya seperti waktu saya berangkat dari Jakarta ke Bandung Rabu malam lalu. Rabu malam saya berangkat dari Jakarta pukul 19.30 dan baru sampai ke Bandung pukul 22.40…..3 jam 10 menit. Memang susah memperoleh kepastian waktu perjalanan dengan kereta api. Selama ini, saat bepergian menggunakan kereta api jarang sekali perjalanan saya tepat sesuai jadwal.

Setelah jalan tol Cipularang beroperasi, kereta api Bandung – Jakarta jadi sepi peminat. Argo Gede saja yang dulu mematok tarif Rp75000,- – Rp85000,- sekarang banting harga jadi Rp45000,-. Cukup jauh kan bedanya. Kebanyakan para pelanggan kereta api Bandung Jakarta akan memilih menggunakan travel/bus/mobil sendiri. Perjalanan Bandung Jakarta (dan sebaliknya) jauh lebih cepat ditempuh dengan menggunakan jalan tol Cipularang. Kalau lalu lintas normal, perjalanan Bandung Jakarta lewat Cipularang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam. Pahit-pahitnya 3 jam kalau sedang padat lalu lintasnya.

Dari perbandingan waktu tempuh, tidak heran banyak orang yang beralih menggunakan travel/mobil pribadi untuk perjalanan Bandung Jakarta. Tidak heran pula, PT KAI banting harga tiket. Argo Gede yang dulu jauh lebih mahal daripada kereta api Parahyangan sekarang dibuat murah tiketnya. Dulu saya masih ingat, harga tiket Argo Gede lebih mahal daripada harga tiket kereta api Cirebon Express (kelas eksekutif seharga Rp65000). Sekarang malah terbalik situasinya, tiket kereta Argo Gede malah lebih murah daripada Cirebon Ekspress. Ongkos travel Bandung-Jakarta sekarang berkisar antara Rp45000,- sampai Rp60000,-. Entah apa lagi yang harus dilakukan oleh PT KAI untuk menarik kembali sebagian besar pelanggannya yang lari menggunakan travel/bis.

Bagi saya sendiri, perjalanan dengan menggunakan kereta api lebih menyenangkan daripada dengan menggunakan mobil (asumsi saya tidak punya mobil pribadi). Kalau masalahnya adalah waktu, kereta api memang bukan pilihan yang bijaksana. Tapi kalau saya punya waktu longgar, saya lebih pilih naik kereta api. Entah apa pilihan saya bisa berubah kalau sudah punya mobil sendiri πŸ˜€ Bagaimana dengan Anda, kalau ke Bandung dari Jakarta pilih mana kereta atau mobil?

8 thoughts on “Bandung (part 4) – Pulang

  1. menurut saya tergantung lokasi tempat tinggalnya sih, berhubung saya tinggal di BSD, saya lebih hemat naik xtrans.

    tapi tentu saja lain cerita kalau tempat tinggal saya lebih cepat dengan stasiun kereta api cikini…

  2. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » 15 Jam Di Cirebon

  3. aich2 si akang mani pinter pisan…
    nulis buku juga kang…biar kaya Andrea Hirata kumpulan tulisan blog gw gt…
    kalo kata aku siy…mendingan ga ke Jakarta…jadi whatever lah mu pk mobil/motor/bis/kereta/travel/pesawat/sepeda/becak….pokoke Bandung is beautiful lach….
    bikin tulisannya kang tentang bandung is beautiful..

  4. kalo jakarta ke bandung saya naek primajasa jurusan garut..ac seat 2-3, sopirnya nakal2 bisa berhenti di tol padaleunyi…bisa turun di kopo, buahbatu dll…., harganya juga cuman Rp.26000 ckckck…., urusan kecepatan sih lumayan cepet juga….., cuman kadang2 kalo mau hari libur…penuh banget, sampe pada berdiri….wkwkwk….
    kalo mau nyobain naik dari lebak bulus…, atau nunggu di poolnya di cililitan.

Leave a Reply