Tukar Poin Telkomsel Di Pepper Lunch

Beberapa minggu lalu saya pergi makan ke Pepper Lunch di Istana Plasa Bandung. Di kasir ada petunjuk tentang tukar poin Telkomsel. Si mbak kasir menjelaskan bahwa kami bisa menukarkan Telkomsel poin untuk mendapat voucher makan. Kalau tidak salah per 350 poin bisa ditukar dengan voucher senilai Rp50000,-. Prosesnya lumayan panjang, pertama saya harus dial USSD *700*111# terlebih dulu.

Tampilan menu USSDnya seperti ini :

Lalu saya dapat SMS notifikasi seperti ini.

Lalu kami harus mengulang proses yang sama (dial *700*111#) untuk melakukan verifikasi, ada menu verifikasi nomor 3 seperti tampilan menu USSD di atas. Pada tahap ini saya harus memasukkan kode outlet dari Pepper Lunch, si Mbak kasir yang memasukkan kode outlet Pepper Lunch tersebut. Setelah itu saya mendapat konfirmasi kembali dari Telkomsel lewat menu USSD tersebut seperti berikut ini :

Lumayan dengan begitu saya mendapat potongan Rp50000,- dari total harga pesanan. Katanya sih saya bisa menukar lebih dari 1x selama poin saya masih tersedia. Sebenarnya waktu itu saya masih punya cukup Telkomsel poin, tapi karena keburu lapar & malas mengulang proses penukaran, saya tidak ulangi lagi proses tukar poin tadi. Cukup senang dengan diskon Rp50000,- tadi. Ada beberapa outlet yang bekerja sama dengan Telkomsel untuk urusan tukar poin ini, tidak melulu outlet makanan contoh lainnya Ace Hardware. Sayangnya saat saya coba di Ace Hardware, katanya sedang ada gangguan jaringan dengan Telkomsel.

Kambing Bakar Cairo

Minggu lalu saya mencoba rumah makan Kambing Bakar Cairo di Kelapa Gading. Teman saya merekomendasikan tempat makan ini meskipun dia sendiri belum pernah mencobanya. Tempat makan di jalan Kelapa Nias ini papan mereknya cukup menarik perhatian.

20130721-140319.jpg

Ada 3 hal yang menarik di plang namanya :

  • katanya terlezat nomor 2 se-Timur Tengah
  • katanya kambing bakarnya rendah kolesterol
  • dan yang paling menarik ditulis kalau tidak ketagihan Anda tidak perlu membayar.

20130721-140433.jpg

20130721-140333.jpg

Saya coba pesan paha kambing bakar ukuran kecil (250gr kalau tidak salah). Tersedia pula ukuran sedang & ukuran besar. Ternyata benar daging kambingnya benar-benar lembut. Tidak perlu pisau untuk memotong-motong dagingnya, cukup dengan sendok dagingnya sudah terurai. Paha kambing ini disajikan di atas hot plate seperti yang sering dipakai di steak house. Kecap sambal dihidangkan pada piring yang terpisah. Kecapnya dilengkapi dengan irisan cabe rawit dan taburan merica. Bumbu tadi membuat rasanya seperti makan sate kambing khas solo, saya suka kombinasi daging empuk & sambal kecapnya.

Sedikit kekurangan yang saya rasa adalah nasi putihnya terasa cukup keras, seperti nasi putih yang dipakai untuk membuat nasi goreng. Seporsi paha kambing bakar & sepiring nasi putih sangat mengenyangkan. Lain kali mungkin saya akan pilih porsi kambing bakar lebih besar dengan nasi cukup setengah saja.

Tidak perlu waktu lama untuk membuat saya ingin kembali lagi ke sini. Biasanya kalau mengunjungi Kelapa Gading & ingin makan kambing, saya akan pergi ke sate kambing batibul Bang Awi. Setelah mencoba kambing bakar ini rasanya saya akan beralih tidak lagi ke sate kambing Bang Awi.

Fish & Chip

20130123-083035.jpg

Kabarnya fish & chip adalah salah satu makanan populer di New Zealand. Rekan saya Caleb sempat memberitahu saya untuk tidak lupa mencicipi fish & chip selama kunjungan ke NZ. Foto di atas adalah fish & chip pesanan saya dari room service Rydges hotel. Agak berbeda dengan yang saya bayangkan, ikannya digoreng tanpa dibalut tepung. Padahal saya ingat memilih battered saat menelepon room service. Cukup surprise saya mencicipi daging ikannya. Tidak ada bau amis yang lazim kita temui pada masakan berbahan baku ikan. Meski sepertinya hanya digoreng tanpa bumbu macam-macam, rasa ikannya tetap enak.

Ternyata tidak hanya di New Zealand fish & chip popular. Menurut Wikipedia makanan ini juga populer di Inggris, Irlandia, Australia, dan juga di Amerika Serikat. Menjadi populer katanya setelah metode penangkapan ikan dengan kapal pukat berkembang. Tiap negara punya pilihan ikan masing-masing, di New Zealand sendiri ikan kakap paling sering dipakai sebagai bahan membuat fish & chip.

Update: tadi malam saya pesan fish & chip sekali lagi, kali ini yang menggunakan tepung. Ini fotonya :

20130124-085204.jpg

Rasanya kurang sip bila dibandingkan dengan pesanan sebelumnya yang plain tanpa tepung.