Mengganti Ethernet Instance Number – RHEL 6

Di Linux, network interface card (NIC) Ethernet dikenali dengan simbol eth. Masing-masing interface punya nomor yang unik. Misalnya bila cuma ada 1 interface maka namanya adalah eth0. Bila ada 2, maka kita bisa lihat akan ada 2 interface : eth0 dan eth1. Penomoran ini diatur udev (Dynamic Device Management). Saat proses booting, udev akan mencocokan data perangkat yang aktif dengan aturan yang sudah ada sebelumnya. Misalnya untuk NIC, udev menyimpan aturan (rule) penomoran NIC dalam berkas /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules seperti contoh berikut ini.

root@rhel6:~# cat /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules
# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program, run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single
# line, and change only the value of the NAME= key.


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="08:00:27:d9:19:33", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="08:00:27:14:05:a7", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth1"
root@rhel6:~# 

Pada contoh di atas ada 2 NIC yang terdaftar. Ethernet dengan MAC address “08:00:27:d9:19:33” akan selalu diberi nama eth0 sedangkan NIC dengan MAC Address “08:00:27:14:05:a7” akan diberi nama eth1. Misalnya ada penambahan NIC baru pada komputer, udev akan otomatis menambahkan 1 nomor sehingga NIC tersebut akan dikenali sebagai eth2.

Selain rule untuk perangkat jaringan di atas, udev juga memiliki beberapa berkas lain seperti misalnya :

[root@dummyuim rules.d]# ll
total 36
-rw-r--r--. 1 root root 1652 Nov 20  2010 60-fprint-autosuspend.rules
-rw-r--r--. 1 root root  153 Oct 10  2013 60-ipath.rules
-rw-r--r--. 1 root root 1060 Jul 25  2010 60-pcmcia.rules
-rw-r--r--. 1 root root  316 Oct 12  2013 60-raw.rules
-rw-r--r--. 1 root root  530 Oct  1 22:43 70-persistent-cd.rules
-rw-r--r--. 1 root root  585 Oct  2 07:50 70-persistent-net.rules
-rw-r--r--. 1 root root  320 Dec 20  2012 90-alsa.rules
-rw-r--r--. 1 root root   83 May 21  2011 90-hal.rules
-rw-r--r--. 1 root root  292 Nov 18  2013 98-kexec.rules
[root@dummyuim rules.d]# 

Proses udev akan melakukan scanning pada semua perangkat yang terdeteksi oleh kernel Linux saat proses booting berlangsung. Tidak cuma mengatur penomoran masing-masing perangkat, udev juga bertanggung jawab untuk menjalankan program yang diperlukan untuk mengaktifkan perangkat. Misalnya dengan udev kita bisa menentukan driver module mana yang diperlukan oleh sebuah perangkat (udev akan memanggil program modprobe untuk mengaktifkan driver tersebut).

Kembali ke soal penamaan network interface tadi, biasanya penomoran Ethernet akan relatif statis tidak pernah berubah-ubah. Penomoran Ethernet akan berubah pada kasus tertentu saja; misalnya ada penggantian NIC yang rusak. Tentu hal semacam itu relatif jarang terjadi. Berbeda halnya saat saya menggunakan VirtualBox, saya bisa dengan mudah menggonta-ganti NIC & MAC Address-nya dengan mudah. Gambar berikut adalah contoh cara mengganti MAC Address pada sebuah virtual machine (VirtualBox akan otomatis menghasilkan MAC Address baru):

Misalnya VM RedHat Linux saya awalnya memiliki 1 buah NIC dengan MAC Address “08:00:27:d9:19:33”. NIC tersebut dikenali oleh Linux sebagai eth0. Lalu saya sengaja mengganti MAC Address-nya “08:00:27:14:05:a7”. Karena pada contoh ini saya menggunakan Network Manager & DHCP, Network Manager akan otomatis mengaktifkan NIC tersebut. Akibatnya saya mendapati NIC saya berubah menjadi eth1 seperti contoh berikut ini :

root@rhel6:ttirtawi# ip addr
1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 16436 qdisc noqueue state UNKNOWN
    link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
    inet 127.0.0.1/8 scope host lo
    inet6 ::1/128 scope host
       valid_lft forever preferred_lft forever
2: eth1: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state UP qlen 1000
    link/ether 08:00:27:14:05:a7 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
    inet 192.168.56.2/24 brd 192.168.56.255 scope global eth1
    inet6 fe80::a00:27ff:fe14:5a7/64 scope link
       valid_lft forever preferred_lft forever
root@rhel6:ttirtawi# 

Bila saya cek udev rule saya mendapati 2 baris yang mengatur Ethernet seperti ini :

root@rhel6:~# cat /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules
# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program, run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single
# line, and change only the value of the NAME= key.


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="08:00:27:d9:19:33", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="08:00:27:14:05:a7", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth1"
root@rhel6:~# 

Bila saya ingin mengembalikan nama eth0 pada NIC tersebut saya bisa memodifikasi berkas 70-persistent-net.rules tadi menjadi seperti ini :

root@rhel6:~# vi /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules
# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program, run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single
# line, and change only the value of the NAME= key.


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)


# PCI device 0x8086:0x100e (e1000)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="08:00:27:14:05:a7", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"
root@rhel6:~# 

Saya hapus saja baris yang masih mengatur NIC eth0 & MAC Address lama (“08:00:27:d9:19:33”). Lalu saya ubah baris berisi eth1 menjadi eth0 (untuk baris berisi MAC Address “08:00:27:14:05:a7”). Untuk mengaktifkan rule baru tersebut, cara paling mudah adalah dengan me-restart VM ini. Bila saya perlu melakukannya tanpa me-restart mesin, saya bisa menggunakan perintah udevadm.

Jadi setelah mengubah berkas 70-persistent-net.rules tadi, saya perlu menonaktifkan interface eth1 terlebih dulu seperti contoh berikut ini :

root@rhel6:~# ifconfig eth1 down

Barulah saya bisa menggunakan perintah udevadm seperti berikut ini :

root@rhel6:~# udevadm trigger --attr-match=subsystem=net

Perintah tersebut “memaksa” proses udev untuk membaca ulang rules yang dimilikinya & mengatur ulang penomoran Ethernet. Dengan begitu NIC yang awalnya menggunakan nama eth1 sekarang otomatis berubah menjadi eth0.

root@rhel6:~# ifconfig -a
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 08:00:27:14:05:A7 
          inet addr:192.168.56.2  Bcast:192.168.56.255  Mask:255.255.255.0
          inet6 addr: fe80::a00:27ff:fe14:5a7/64 Scope:Link
          UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:2 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:37 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:1000
          RX bytes:1180 (1.1 KiB)  TX bytes:2482 (2.4 KiB)


lo        Link encap:Local Loopback 
          inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
          inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
          UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
          RX packets:757 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:757 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:0
          RX bytes:65098 (63.5 KiB)  TX bytes:65098 (63.5 KiB)


root@rhel6:~# 

Kira-kira begitu catatan saya untuk mengubah penamaan network interface Ethernet pada RedHat Linux.

Sekilas Tentang VirtualBox Shared Folder

VirtualBox Shared Folder adalah salah satu fitur VirtualBox yang memungkinkan kita berbagi data antara komputer host dengan setiap VirtualBox guest (virtual machine). Istilah komputer host & guest pernah saya tulis di tulisan sebelumya tentang virtualisasi. Syarat untuk bisa menggunakan VirtualBox Shared Folder ini adalah guest OS harus sudah dilengkapi dengan VirtualBox Guest Addition driver.

Tulisan ini adalah dokumentasi pribadi saya tentang langkah menggunakan VirtualBox Shared Folder (VBox SF) di Mac OSX 10.9. MacMini menjadi komputer sehari-hari saya untuk urusan pekerjaan & pribadi. Semua data saya ada di home directory-nya MacMini. Ada kalanya saya perlu menggunakan VirtualBox untuk menjalankan Linux (Ubuntu). Misalnya saat saya ingin terhubung dengan jaringan VPN kantor tanpa perlu menggangu koneksi LAN & aktivitas internet saya lainnya. Saat menggunakan virtual machine seperti ini, saya perlu juga mengakses data-data saya yang ada di Mac. Di sinilah saya perlu menggunakan VBox SF supaya Ubuntu saya bisa mengakses semua data yang ada di Mac. Ini langkah-langkah yang saya lakukan untuk mengijinkan Ubuntu mengakses folder Mac saya : Continue reading

Backup Komputer Dengan Clonezilla

Masih lanjutan cerita tentang backup notebook dengan Clonezilla, tulisan ini berisi contoh langkah-langkah menggunakan Clonezilla. Clonezilla adalah aplikasi Linux yang menyediakan proses backup-restore harddisk. Pada dasarnya Clonezilla adalah distribusi Linux yang mengkhususnya fungsinya sebagai sarana backup-restore. Solusi backup dengan Clonezilla ini sifatnya “Full Backup”, dengan kata lain backup diambil dari keseluruhan bagian harddisk atau beberapa partisi saja. Clonezilla sesuai namanya “Clone”, melakukan duplikasi isi harddisk atau partisi untuk menghasilkan “backup image”. Clonezilla berbeda dengan solusi backup lain yang sifatnya “Incremental Backup” seperti misalnya Time Machine pada Mac OSX. Time Machine bisa mengambil backup secara berkala & gradual.

Untuk membahas bedanya “Full Backup” & “Incremental Backup”, contoh gampangnya seperti ini : Misalnya pada tanggal 1 Juli Anda menggunakan Clonezilla untuk mem-backup notebook Anda. Isi harddisk notebook Anda berukuran 250GB. Pada tanggal 7 Juli, data yang ada di dalam notebook Anda hanya bertambah 100MB. Bila Anda kembali melakukan full backup dengan Clonezilla, maka hasil backup-nya lebih kurang sama 250GB + 100MB. Padahal hampir semua data relatif tetap tidak berubah. Jadi pada tanggal 7 Juli Anda akan punya 2 image backup. Bayangkan berapa ruang kosong yang harus Anda miliki untuk menyimpan semua hasil backup tersebut (paling tidak 2x250GB kan?).

Lain halnya dengan “Incremental Backup”, aplikasi backup akan mengambil Full Backup setidaknya 1 kali saja di awal. Selebihnya aplikasi backup hanya mengamankan data-data yang baru atau data lama yang berubah. Pada contoh tadi, 100MB data saja yang akan diamankan pada proses backup berikutnya. Jadi pada tanggal 7 Juli, Anda punya backup berukuran 250GB + 100MB. “Incremental Backup” relatif lebih hemat ruang & lebih cepat karena hanya perubahan data saja yang diamankan.

Clonezilla memang kurang cocok dipakai sehari-hari paling tidak karena 2 alasan berikut ini :

  • Untuk menggunakan Clonezilla, kita harus mematikan komputer & reboot dengan bootable medianya Clonezilla. Tidak praktis karena kita harus menghentikan aktivitas pada komputer yang akan kita backup.
  • Ukuran hasil backup relatif besar karena tiap kali backup dilakukan, Clonezilla akan melakukan “Full Backup”.

Pada contoh ini saya gunakan VirtualBox untuk mengambil contoh tangkapan layar (screenshot) proses backup-restore. Pada prinsipnya sama saja cara penggunakan Clonezilla ini baik di virtual machine maupun di komputer betulan. Ini sudah saya buktikan juga saat melakukan proses backup notebook Lenovo x220 saya. Untuk mengambil tangkapan layar setiap proses, saya gunakan skenario seperti ini :

  • Saya punya VirtualBox virtual machine dalam Macbook Air.
  • VM tersebut menjalankan Ubuntu 14.04.
  • Saya mencoba mem-backup isi VM tersebut dengan Clonezilla.
  • Pada proses restore-nya, saya akan menggunakan Clonezilla untuk menginstal hasil backup menjadi virtual machine baru di VirtualBox-nya MacMini.

Sekali lagi, langkah-langkah yang akan saya tuliskan sama persis bila Anda aplikasikan pada sebuah notebook / desktop (bukan virtual machine). Saya membagi tulisan ini menjadi 2 bagian utama : proses backup & proses restore.

Persiapan

Beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum mulai mem-backup sebuah harddisk adalah :

  1. Saya perlu mengunduh Clonezilla dari website resminya Clonezilla. Ada dua pilihan media yang tersedia : berkas ISO yang bisa dijadikan bootable CD atau berkas zip yang bisa dipasang pada USB flash disk. Anda bisa baca detail cara untuk menyiapkan Clonezilla bootable media di sini.
  2. Media penyimpanan hasil backup. Pada contoh ini saya gunakan 2 macam media : USB flash disk & NFS server. Perlu diingat media penyimpanan harus punya cukup ruang kosong, ini sangat tergantung dari ukuran harddisk yang ingin kita backup & banyaknya data dalam harddisk tersebut.

Proses Backup

Berikut adalah contoh langkah-langkah melakukan backup sebuah komputer berisi Ubuntu 14.04 : Continue reading

Menanti Bolt Super 4G

Bolt Super 4G adalah provider internet baru di Indonesia. Bolt menawarkan layanan internet cepat dengan teknologi 4G (LTE), kabarnya kecepatan internet yang ditawarkan mencapai lebih dari 72Mbps. Mungkin ini terobosan baru karena sampai sekarang belum ada provider mobile Internet di Indonesia yang menyediakan akses Internet secepat & semurah yang Bolt 4G tawarkan.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Sabtu lalu saya memutuskan untuk membeli modem Bolt 4G ini di Pazia Taman Anggrek. Sayangnya seperti banyak calon pelanggan Bolt lainnya, saya belum dapat menggunakan layanan Bolt ini. Meskipun sudah punya modemnya, kartu SIMnya belum dapat diaktifkan. Halaman web untuk aktivasi layanan masih belum bisa diakses.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Modem yang saya pilih adalah tipe Mobile Wifi. Dulu saya pikir Bolt 4G ini bisa diakses via iPhone 4S atau iPad 3G saya yang sudah memiliki fitur LTE. Ternyata tidak bisa, teknologi LTE yang dipakai oleh Bolt berbeda dengan yang digunakan di iPhone/iPad. Menurut salah satu rekan saya ini karena ada 2 standar di dunia yang mengatur tentang LTE, yang satu berkiblat ke US (yang dipakai di iPhone/iPad) sementara yang lain kiblatnya ke China (yang dipakai oleh Bolt Super 4G ini).

 photo IMG_3038_zpsbbfdfb88.jpg

Modem ini perlu bisa di-charge lewat port mini USB yang ada di bagian sisinya :

 photo IMG_3039_zpsa2c07fbf.jpg

Bagian belakangnya bisa dibuka seperti ponsel pada umumnya, terdapat slot kartu SIM, slot untuk kartu microSD & ruangan untuk batere (baterenya berukuran 2300mAH) :

 photo IMG_3041_zpsb1b75d1d.jpg

Modem Wifi yang saya beli ini mereknya ZTE tapi ternyata buatan pabrik di Sidoarjo. Saya tidak tahu apakah ini maksudnya modemnya benar-benar diproduksi di Sidoarjo atau hanya packaging-nya saja yang dilakukan di sana.

 photo IMG_3034_zps96961ae3.jpg

Dalam paket promo modemnya ini disertakan beberapa kelengkapan seperti batere, charger mini USB, dan sebuah kartu SIM seperti ini :

 photo IMG_3040_zps2e505d5d.jpg

Photobucket Pictures, Images and Photos

Saya lihat di Twitter, banyak calon pelanggan Bolt yang kecewa. Silakan baca sendiri di Internet, banyak sekali twit yang muncul dengan hashtag #bolt4g. Mereka rata-rata sudah membeli modemnya jauh-jauh hari sebelumnya. Karena gosipnya harga modem ini akan naik sampai sekitar Rp800.000,- bila layanan internet Bolt sudah aktif. Harga promo modem WiFi Bolt ini di Pazia adalah Rp299.000.- Kekecewaan mereka ditambah lagi dengan rencana launching yang tertunda alias molor beberapa kali dari jadwal semula. Saya termasuk salah satunya, minggu lalu rekan saya mengabarkan bahwa Bolt 4G akan aktif di tanggal 14 Desember 2013. Makanya Sabtu lalu saya memberanikan diri membeli modemnya. Ternyata sampai hari ini layanan Bolt masih juga belum aktif.

Entah benar atau tidak berita yang mengatakan bahwa launching aktivasi Bolt terkendala regulasi Kominfo tentang aturan penerapan teknologi 4G/LTE di Indonesia. Kalau lama sekali menunggu seperti ini, bisa-bisa Bolt Super 4G bakal disomasi oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Atau jangan-jangan ini hanya sekadar strategi marketing untuk mengumpulkan pelanggan sebanyak-banyaknya?

Update 25 Desember 2013
Tadi malam tanggal 24 Desember 2013 layanan aktivasi Bolt akhirnya dibuka. Saya baru bisa melakukan registrasi setelah pukul 9 malam. Setelah proses aktivasi layanan Internet Bolt langsung bisa dipakai. Di tempat saya aksesnya masih kalah cepat dengan layanan internet kabel dari Fastnet. Hasil tes Speedtest cuma mendapat kecepatan 3Mbps.

Photobucket Pictures, Images and Photos

Mechanical Keyboard

Beberapa bulan lalu saya penasaran sekali dengan yang namanya “Mechanical Keyboard”. Awalnya saya penasaran setelah membaca salah satu artikel tentang kecepatan mengetik. Konon katanya menggunakan mechanical keyboard bisa membantu meningkatkan kemampuan mengetik. Entah benar atau tidak.

DasKeyboard for Mac photo DSC_1627_zps26297e18.jpg

Mechanical keyboard ini masih menggunakan switch mekanik di setiap tombolnya. Salah satu merek switch yang populer dipakai adalah Cherry MX. Cherry MX sendiri memiliki beberapa tipe : Blue, Brown, Black, dan Red. Masing-masing switch memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Blue Switch misalnya dicirikan dengan bunyinya yang cukup keras & jarak tekan yang cukup dalam dengan sensasi clicky pada tekanan tertentu. Di halaman web http://www.daskeyboard.com/blog/mechanical-keyboard-guide/ terdapat penjelasan tentang apa itu mechanical keyboard komplit dengan gambar & animasi untuk ilustrasi.

Setelah browsing banyak artikel di Internet, ternyata saya baru tahu bahwa keyboard tipe ini popular di kalangan gamers. Ada beberapa merek mechanical keyboard yang terkenal dan sering dibahas di forum-forum, misalnya Filco, Ducky, DasKeyboard, Leopold, Razer, dll. Hasil browsing tadi membuat saya tertarik untuk membeli keyboard merek Filco, merek ini mendapat cukup banyak review yang bagus. Di Kaskus ada beberapa penjual mechanical keyboard. Sayangnya tidak ada yang memiliki stok Filco Majestouch Ninja. Saya tertarik dengan tipe Majestouch Ninja karena desain tombolnya yang unik, angka/hurufnya tidak dicetak di bagian atas tombol tapi di sisi depannya. Sehingga sepintas semua tombolnya terlihat hitam semua bila dilihat dari atas.

Setelah melihat-lihat di Kaskus saya akhirnya memutuskan untuk membeli mechanical keyboard merek DasKeyboard di salah satu seller di Kaskus. Kebetulan sekali DasKeyboard punya tipe khusus untuk Mac. Saya pilih yang menggunakan Blue Switch, saya cukup penasaran tentang bunyi click-nya. Setelah dicoba ternyata benar keyboard ini cukup berisik. Saya setuju kalau ada yang berpendapat di Internet tentang ada sensasi “serius bekerja” saat mengetik dengan menggunakan keyboard yang berisik seperti ini 🙂 DasKeyboard ini cukup berisik, hampir seperti berisiknya mesin ketik.

DasKeyboard for Mac, click photo DSC_1573_zps5cfab4eb.jpg

Tag linenya cukup merepresentasikan produknya : “The mechanical keyboard that clicks”. Link di bawah ini adalah rekaman bunyi DasKeyboard saat saya gunakan mengetik :

 

Kualitas DasKeyboard ini sangat baik, kokoh & cukup berat. Untuk menyambungkan ke komputer DasKeyboard menggunakan kabel USB. Ada 2 colokan USB di ujung kabelnya. Satu untuk jalur komunikasi keyboard-nya sendiri, satu lagi untuk keperluan USB Hub karena ada 2 USB Port di sisi kanan. Dua port USB tadi bisa dipakai untuk menyambungkan mouse atau USB flash drive.

Masing-masing tombol pada mechanical keyboard dapat dilepas tutupnya. Bila tutupnya (atau dikenal dengan keycap) dilepas, kita bisa lihat tipe switch yang digunakan. Ini misalnya foto blue switch pada keyboard saya.

CherryMX Blue Switch #2 photo DSC_1591_zpsf0b9fb14.jpg

Uniknya lagi karena masing-masing keycap bisa dilepas, kita bisa menggonta-ganti keycap-nya. Pada foto berikut misalnya, saya sudah mengganti beberapa tombol dengan custom keycap merek Keycool.

Ducky & RSS Keycap photo DSC_1620_zps2b85df23.jpg

RGB Keycap photo DSC_1618_zpsea4fabb4.jpg

Aslinya tombol ⌥ (Option/Alt) di Mac keyboard berada tepat di samping tombol ⌘ (Command/Cmd). Tapi dengan susunan seperti itu di DasKeyboard ini jari kelingking saya agak sulit beradaptasi dengan tombol ⌃ (Control) yang berada jauh di kiri. Saya lebih nyaman bila tombol Control berada lebih dekat dengan tombol ⌘. Jadi saya tukar saja susunan tombol ⌥ & Control, tentu saya perlu melakukan perubahan di OSXnya juga via System Preferences -> Keyboard seperti screenshot berikut :

Mac Keyboard Modifier Keys photo mac-modifier-key_zps1a50ce35.png