Belanja Buku Termurah

Minggu malam kemarin saya mampir ke Gramedia Istana Plasa Bandung. Niatnya ingin mencari buku “Si Cacing & Kotoran Kesayangannya jilid 2”. Selesai berkeliling saya akhirnya membeli 4 buku. Dua bukunya Malcolm Gladwell (sebenarnya saya punya buku yang berjudul Outlier, versi Inggris hadiah dari bos saya dulu). Satu buku tentang Samkok dan buku Si Cacing tadi.


Saat ingin membayar, Mbak kasir memberitahu saya kalau 3 buku yang saya beli mendapat diskon masing-masing 10% bila saya membayar dengan kartu kredit BCA. Saya tanya diskon dalam rangka apa? Katanya semua buku terbitan Gramedia memang mendapat diskon sepanjang tahun. Ok lah lumayan pikir saya, saya bayar saja dengan kartu kredit BCA.

Saat si Mbak sedang memproses pembayaran, dia bertanya lagi apa saya ingin gunakan poin BCA. Saya bilang coba saja, saya sendiri tidak tahu punya berapa poin. Ternyata poin saya lumayan banyak. Poin kartu kredit BCA itu bentuknya cashback alias kredit rupiah. Total belanjaan buku saya setelah diskon 10% tadi Rp221000,-. Setelah dikurangin lagi dari poin, saya cuma membayar Rp1649,-

Ini pengalaman baru buat saya pribadi, baru pernah saya belanja buku di Gramedia hanya membayar seribu enam ratus rupiah saja.

Ayam Pakai Bubur

image

Cuaca Bandung pagi ini terasa sejuk. Langit masih mendung sisa hujan semalam. Di depan gedung Plasa Telkom Lembong ada penjual bubur ayam. Bubur ayam merupakan salah satu menu sarapan khas Bandung. Buburnya enak, ayamnya banyak. Salah satu rekan menyebutnya “ayam pakai bubur” karena banyaknya suwiran daging ayam. Semangkok bubur ayam komplit dijual Rp13000,-. Komplit dengan hati, ampela, daging ayam, cakwe, dan emping. Terasa nikmat sekali makan bubur ayam di tengah sejuknya kota Bandung.

Jalan Berlubang Jakarta

Kemarin saya pergi menuju Kota Kasablanka melalui jalan layang non tol Tanah Abang Kampung Melayu (JLNT). Saya kaget ternyata kondisi jalan layang itu semakin parah. Makin banyak lubang dan makin dalam. Dari awal diresmikan JLNT tadi memang bukan jalan yang mulus. Sejak hujan mulai turun hampir setiap hari, kondisi jalan mulai berlubang di sana sini. Kemarin itu saya lihat lubangnya makin menjadi-jadi. Saya perhatikan semua mobil yang saya temui bergerak kurang dari 60km/jam. Sepertinya mereka tahu persis kalau kondisi jalan tidak rata & banyak lubang. Cukup ironis menurut saya, terlepas dari fakta hujan yang turun hampir setiap hari, JLNT ini belum 2 bulan dibuka untuk umum.

Tidak hanya JLNT yang rusak, jalan biasa pun sama saja. Lubang di mana-mana & cukup mengerikan. Efeknya semua kendaraan melambat, tidak heran kalau hujan diiringi dengan kemacetan pula. Yang menggunakan motor harus lebih berhati-hati karena bisa fatal. Saya baca Detik.com belakangan beberapa kali ada berita pemotor yang kecelakaan karena berusaha menghindari lubang. Semoga hujan segera reda supaya Pemda DKI segera bisa memperbaiki jalan dengan material beton yang katanya bisa mengering dalam 6 jam saja.

Kaos Olahraga ITB 2001

Tahun 2001 lalu saat pertama kali kuliah di ITB, saya sedikit heran mengapa ada mata kuliah olahraga. Agak aneh karena teman-teman saya yang kuliah di universitas lain tidak ada yang mendapat mata kuliah olah raga. Mata kuliah olahraga di ITB ada di semester 1 & 2. Semester 1 & 2 waktu itu disebut sebagai tingkat TPB (Tahap Persiapan Bersama). Di tingkat TPB, semua mahasiswa apapun jurusannya mendapat mata kuliah dasar yang sama. Mulai dari Kalkulus, Kimia, Fisika, Agama, termasuk mata kuliah olahraga.

Kami diwajibkan membeli seragam olahraga, berupa kaos & celana pendek. Tiap angkatan seingat saya beda-beda desain kaos olahraganya. Angkatan 2001 mendapat desain yang unik (kalau tidak mau dibilang aneh). Kaosnya berwarna biru dengan bagian lengan yang berbeda warnanya antara kanan & kiri. Lengan kiri kaosnya berwarna pink, sementara bagian lengan kanan berwarna kuning.

Saya waktu itu berpikir kalau warnanya norak. Agak aneh rasanya memakai kaos yang seperti kehabisan bahan, sampai-sampai bagian lengannya pakai kain warna lain. Tapi memang kaos ini bisa jadi penanda yang sangat jelas. Kombinasinya yang unik tadi membuat si pemakai jadi terlihat menonjol di keramaian bahkan bila dilihat dari kejauhan. Sampai hari ini saya masih simpan kaos tadi, malah belakangan jadi sering dipakai sehari-hari. Sekarang warna kaos saya itu sudah sedikit pudar, warna pink-nya tidak terlalu ngejreng lagi. Tapi masih mikir bila pergi keluar menggunakan kaos ini 🙂